Sebab berbagi begitu indah..

MARI MENJADI MUNAFIK.



Hidup itu adalah bergerak..
Karena itu kadang kita dibawah, kadang diatas..
Aah..! Kadang diatas saja sampe mampus, kadang malah dibawah sampe ninggal, belum sempat menikmati menjadi yang diatas eh lebih dulu dipanggil yang Maha Kuasa. Kita tak boleh protes! Tak berhak malah! Yang harus kita lakukan adalah terus bergerak. Karena masa depan adanya di depan, mesti maju untuk meraihnya, jangan diam ditempat, itu artinya kita tak bisa Move On, Kejayaan masa lalu ladang melenakanmu.
Idealis..? tentu saja! Kalau akhirnya berubah? Ya.. itu lah yang kumaksudkan bergerak, berubah sesuai dengan pola pikir dan perubahan Zaman tetapi jangan sampai keluar dari rel-rel yang diciptakan Tuhan. Ilmu fiqih saja berkembang, sehingga kadang dibutuhkan fiqih kontemporer untuk menghukumi sesuatu, maka lahirlah Mujadid dan Mujtahid (bukan Nama mantan Kepala Sekolah SDN 1 Buwun Mas lho.. 😊😊 ). Jadi, hukum agama saja berkembang dengan berpegang pada Ushul yg sdh ada, jadi jangan sungkan untuk berubah, jangan takut dikatakan tidak idealis!! Dahulu sebagai mahasiswa saya tdk bangga kok dibilang idealis (padhal saya ga kuliah, hanya Kuli_ah đŸ˜Ļ ) yang saya takutkan hanya mendapatkan uang dengan cara tak halal dan saya mempertahankan hal itu sampai saya saat ini (tergantung tawarannya? Tentu tidak!). Menjadi seorang yang idealis itu adalah idaman ketika menjadi mahasiswa (dek, Kamu ga tai kerasnya hidup di alam liar 😂 ) berdemo sana-sini, menentang ke tidak adilan dan bla..bla.. eh ketika sudah wisuda, malah berdiri bersama si raja tega atau menjadi tim sukses dari Si Penggusur. Lah kok saya nulisnya ngelantur ya? Hahahaha.. sebenernya sih tdk ngelantur 100 persen, masalah idealis yg kemudian menjadi pragmatis itu adalah sebuah contoh nyata sebagai gerak yang buruk (bisa juga baik, tergantung kesukaan yg menilai), seorang teman bilang "itu sih bukan contoh idealis ke pragmatis, tapi itu adalah kemunafikan!" Ya saya setuju, untuk tetap bergerak maka dibutuhkan sedikit bumbu, misalnya saja menjadi munafik dan atau menjadi penjilat (kalau istilah sasaknya meskipun kurang tepat "Nyelem Siq Maten Nae")..
Dahulu suka sekarang tidak suka, dulu benci sekarang suka, dulu Munafik sekarang tambah Munafik, semua itu adalah akibat dari gerak, saat itulah  hukum kausal yang bersifat dharury benar-benar terasa (jadi aneh saja mengapa Imam Ghazali menolaknya).
Karena ini mengandung ekspresi dari apa yang saya rasakan dan dengarkan, maka saya mencoba menggambarkan sikap saya (takutnya ga ada kesimpulannya, karena saya menulis sarat emosi 😂😂 ) bahwa saya tak bisa menjadi Munafik  dan penjilat meskipun saya pun selalu "bergerak", ini tak serumit teori "Yesus adalah 100% Tuhan, 100% Manusia" tapi memang saya adalah manusia sedikit aneh (jadi ingat panggilan di Ponpes dulu, ORGIL).



31 Desember 2016
00:26 AM
Share:
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Post a Comment

+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

MUSIC

small rss seocips Music MP3
Kegabutan Admin !!!

Recent Post

seocips f G t
Hallo, Nama saya Saparwadi Ashari, Saya lahir di Dusun
Lemer dusun terpencil di Kecamatan Sekotong Lombok Barat, ADD sosial Network saya. Read More »
 

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER