Siapa yang tak mengenal Nabi Muhammad? Belia adalah Pemimpin
Terbesar ummat islam yang berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib Bin
Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayy bin
Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin
Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan dan selanjutnya bertemu garis
keterunan beliau dengan Nabi Ismail as.
Adapun garis keturunan beliau dari sisi Ibunya adalah
Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Dengan
demikian, garis keturunan beliau dari sisi ayah dan ibu bertemu pada kakek
beliau,Kilab. Setelah menikah Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang
dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga.
Pada tahun keempat puluh, Allah Swt memuliakan beliau SAW
dengan ditetapkannya sebagai Nabi dan Rasul dengan turunnya Malaikat Jibril
kepadanya, dimana sebelumnya beliau menyendiri beruzlah dan beribadah dengan
memilih tempat di Gua Hira disebelah atas Jabal Nur. Dan pertama kali yang
beliau rasakan dan diperlihatkan kepada beliau adalah adanya mimpi yang benar.
Adalah Waraqah bin Nauval anak paman Khadijah binti
Khuwailid, seorang yang masyhur di Makkah karena keluasan ilmunya dalam hal
ihwal agama-agama samawi.
Tatkala Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Muhammad
Saw, Khadijah pergi menemuinya dan memberitahukan kepadanya tentang peristiwa
tersebut. Waraqah berkata: “Demi Tuhan yang nyawa Waraqah berada ditangan-Nya,
jika engakau percaya hai Khadijah, telah datang malaikat agung yang pernah
datang kepada Musa dan sesungguhnya ia (Nabi Muhammad Saw) adalah nabi dari
umat ini.”
Meskipun Nabi Muhammad adalah tokoh Agama Islam, tetapi
tidak membuat Tokoh-tokoh besar dunia secara objektif menilai beliau sebagai
orang pertama dalam perubahan, baik secara sosial, ekonomi maupun spritual.
Berikut beberapa pendapat Tokoh-tokoh dunia, lalu seberapakah kita mengenal
beliau?
1.
Mahatma Gandhi (komentar mengenai karakter
Muhammad di Young India)
“Pernah
saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih
dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada
masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian
Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya,
keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya.”
“Semua
ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi
cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”
2.
. Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The
Genuine Islam”
“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan
Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.
Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi
yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki
kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad
sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus
dipanggil “sang penyelamat kemanusiaan.”
“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang
kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala
permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang
dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di
masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.
Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan
kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa,
meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial
dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk
melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi
pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
Dia adalah Muhammad. Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi,
memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan)
pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa
kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari
paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari
peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum
pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum
dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral.
Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau
tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit,
hanya dua dekade.”
3.
Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100, A
Ranking Of The Most Influential Persons In History”
“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan
teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang
sukses baik dalam tataran sekular maupun agama (hal. 33). Lamar Tine, seorang
sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya
fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya
hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang
berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad?
Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah
menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka
sendiri.’
Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum,
kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia
saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan,
agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan
ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat
membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan,
kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya
membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan
sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality)
Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu
dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan.
Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide,
pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri
20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua
standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut
bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
4.
Lamar Tine, dalam bukunya “Histoire De La
Turquie”
“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun,
dari orang-orang tersebut hanya sukses pada satu atau dua bidang saja, misalnya
agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti
kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir
mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta
tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk
merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.
Tidak demikian dengan orang Muhammad, ia telah begitu
tinggi menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah
episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan
ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti
sampai saat ini.
Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena
penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para
penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral,
administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh
kasih dan seorang ayah yang penyayang, semua menjadi satu.
Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan
menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian
seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”
5.
K. S. Ramakrishna Rao, dalam bookletnya
“Muhammad, The Prophet of Islam”
“Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk
menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja.
Betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi,
Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan,
Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung
anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela
hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap
perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.
Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad
tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang
menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan
yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang
pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis
sejarah yang kritis dan tidak bias.”
6.
Profesor (Snouck) Hurgronje
“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah
meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas
pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat
ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya
mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.
Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah
banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah
menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa
yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan
menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian
moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia
adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu
sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya
hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.”
7.
Thomas Carlyle, dalam bukunya “His Heroes And
Heroworship”
“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat
mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi
sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang
dari dua dekade.
Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang
diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita
sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus
dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang
Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada
saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah
penipu.
Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam
sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian
kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus
bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin
mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong.
Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya
dan pondasi semua sifat utamanya.
Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus,
kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan
bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai
positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain,
dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah
yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak
hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas,
terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali
memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.
Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan
kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan
pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi.
Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat
jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”
8.
Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam
bukunya “Peradaban Islam dan Arab”
“Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar
dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara
seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama.
Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi
sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau,
namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan
puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah.
Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah
dibersihkan.
Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau
ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika
memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan
sikapnya yang lurus.”
9.
Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya,
juga memuji Muhammad Rasul Allah.
Ia menulis, “Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah
tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang
padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh
sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan
diantara mereka sangat banyak.
Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula
telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala
macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama yang sederhana tapi
kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan
kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu
menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.”
10.
John Diven Port, cendekiawan Inggris.
Ia menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius
terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad
SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha
membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi
Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan berpikir dengan
benar.
Diven Port menulis, “Dari segi keindahan dan kebaikan
watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka
yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai
sesuatu yang tak bernilai.
Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para
pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya
yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik
yang amat kuat. Senyumnya yang indah tak pernah lepas dari bibir beliau. Pada
akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau,
memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal sebagai tokoh
agama yang paling langka di dunia.”
11.
Dosun, penulis Perancis, dalam bukunya
“Muhammad dan Islam”
“Pada umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada
pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama
dan pemikir Perancis memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah
bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya besar
dan amat penting bagi sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam mampu
merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di seluruh Afrika
Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut Mediterania, kemudian masuk
pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah memberikan pengarunya yang luas
dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan
Muhammad saaw, dalam menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal
mereka termasuk diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU Islam ini
selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh
ini dan keistimewaannya yang langka.”
12.
Edward Gibbon dalam pidatonya yang bertajuk
“Profession of Islam”
“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad
adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam.
Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan
terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan
prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam
batas-batas akal dan agama.”
13.
Simon Ockley dalam bukunya “History Of The
Saracen Empires”
“Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia
adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap
satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus
sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan
pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”
14.
Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S.
Naidu, Ideals of Islam)
“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan
demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jamaah telah
berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba
dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui; Allah Maha Besar. Saya
terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat
manusia menjadi bersaudara.”
15.
James A. Michener dalam bukunya “Islam: The
Misunderstood Religion”
“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam,
dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim
semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin,
yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia
sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis
seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski
usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia
kepadanya sepanjang hayat sang istri.
Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas
kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari
kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah
dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain
Allah.
Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang
mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan
menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa
Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa,
adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang
manusia.’
Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak
memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu
Bakar -red) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius
terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka
ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah,
ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.'”
16.
W. Montgomery Watt dalam bukunya “Mohammad At
Mecca”
“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya,
ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya
menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah
memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang
digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.”
17.
Annie Besant, dalam bukunya “The Life And
Teachings Of Muhammad”
“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari
karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana
hidupnya untuk merasa kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya.
Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa,
namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan
kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”
18.
Bosworth Smith, dalam bukunya Mohammad And
Mohammadanism
“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah
sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa
tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada
seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa
dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak
memiliki segala instrumen atau penyokongnya.”
19.
John Austin, dalam bukunya “Muhammad the
Prophet of Allah”
“Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun,
ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang
siap mengguncang dunia.”
20.
Professor Jules Masserman
“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal. Gandhi
dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin
pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer -red). Jesus dan Buddha
mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa
adalah Muhammad, yang sukses pada semua kategori tersebut. Dalam skala yang
lebih kecil Musa juga melakukan hal yang sama.”
sumber:
fimadani.com







