Tanah akan dikenakan pajak progresif, taukah anda pajak progresif itu seperti apa? Pajak progresif adalah tarif pemungutan pajak dengan persentase yang didasarkan pada jumlah atau kuantitas objek pajak dan berdasarkan pula harga atau nilai objek pajak. jika sebelumnya pajak progresif ada 2 yakni Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maka lemungkinan Tahun ini akan disahkan pajak progresif atas kepemilikan Tanah.
Ini bisa menjadi upaya untuk menekan jumlah kepemilikan lahan bagi pribumi.
Bagaimana petani bisa bersaing dengan produk import jika ditambah dengan beban pajak yang memberatkan ?
Lama-lama petani pribumi ga punya tanah karena disita akibat tak mampu bayar pajak.
Lalu bisa ditebak siapa yg akan menjadi petani di Indonesia selanjutnya, dengan Modal, Alat yg canggih serta Relayasa genetik pada tanaman tentu akan mengakibatkan Pribumi benar-benar tamat.
Rakyat akan dijajah di Negeri Sendiri, ibarat tikus Mati dilumbung Padi..
"Anda terlalu Negatif Thingking" itu celetuk salah seorang kawan kepadaku. Tapi bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati..? masih ingatkah sebuah kisah kemaksiatan yang menjadi besar dalam waktu singkat hanya karena ketidak pedulian orang-orang sekitar? lalu apakah ini bisa berguna? Tentu saja!
Pertama:Anda tidak boleh meremehkan kekuatan Media Sosial. Lihat saja yang terjadi saat ini, Negara menjadi panik hanya karena begitu cepatnya isu berkembang melalui media sosial, bahkan tak bisa dibendung dengan UU ITE lama sehingga dianggap perlu melakukan revisi UU ITE yang dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2016 dan langsung berlaku tiga puluh hari setelah kesepakatan tersebut, yaitu pada tanggal 28 November 2016. Pengguna Media sosial (Facebook) di Indonesia sendiri berjumlah 60,3 Juta dari Jumlah Populasi : 253,6 juta jiwa. sebuah data fantastis bukan?
Kedua: saya sebagai rakyat yang taat membayar pajak adalah Objek dari setiap kebijakan pemerintah, merasa sangat dirugikan oleh beberapa peraturan yang tidak Pro Rakyat, dan memerlukan wadah untuk menuangkan uneg-uneg atas ketimpangan ini. dan saya memilih media sosial sebagai wadah dengan alasan pertama tadi. Ada persaan lega, ibarat Kentut yang ditahan, hahaha..
silahkan berbuat sesuai pilihan dan menurut tingkat kecerdasan yg disertai rasa Nasionalis anda, tapi jika tak setuju lebih baik diam saja dari pada nyinyir memaksaku percaya bahwa Negeri ini baik-baik saja. Anda tidak tahu kode seorang perempuan yang disakiti tapi justru mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Itu artinya dia sangat terluka! Dan Negeri ini punya sebutan lain, Ibu Pertiwi.
😊😊
Akhirnya, untuk kawan-kawanku yang masih nyinyir dengan apa yang aku lakukan maka simak perkataan guru Presiden Turki, Erdogan yang pernah menjadi Perdana Menteri Turki Necmettin Erbakan
“Muslim yang tidak pedulikan politik akan dipimpin oleh poliitikus yang tidak pedulikan orang Islam.”
atau mungkin saja anda adalah orang yang anti Turki, Anti Arab, Atau mungkin Anti Islam silahkan simak Perkataan Penyair Jerman, Bertolt Brecht. “Buta yang terburuk adalah buta politik. dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, dll semua tergantung pada keputusan politi.
Orang yang BUTA POLITIK begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si Dungu ini tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional.”
Yogyakarta, 03 Pebruari 2017







