Sebab berbagi begitu indah..

A Journey

Perjalanan panjang itu bernama kehidupan dan kematian, meskipun jarak waktu kehidupan dan kematian sesingkat waktu antara adzan dan iqamat tetapi setelah itu akan ada kehidupan abadi, kehidupan yang portalnya adalah kuburan, portal yang dipenuhi dengan kesunyiaan, kesendirian, kesepian nan menakutkan. Saat memasuki gerbang itulah semua amalan terputus, tinggal menunggu kalkulasi dari amal baik dan amal buruk berdasarkan perhitungan-perhitungan Tuhan.



Bagi kebanyakan orang, warta-warta tentang akhirat semacam ramalan masa depan, tak pernah pasti karena bergantung pula pada taqdir kematian baik atau buruk, karena itu ada kesanksian berupaya berbuat baik dan menjaga untuk tidak terjun berbasah-basah ke dalam lumour dosa, saya mendengar beberapa sahabat saya menceritakan dirinya berbuat dosa dengan tetawa cekikikan, membusungkan dada dan seperti sebuah perlombaan memamerkan banyaknya dosa yag dilakukannya, entah kenapa saya menjadi takut, sangat takut jika ternyata tertawaku itu akan menjadi tangisan panjang pada yaumul hisab kelak.

Saya memilih menutup rapat apa-apa yang menjadi aib bagi diriku sendiri, kecuali untuk hal-hal yang tak bisa ku sembunyikan, saya hanya bisa menyesalinya, mengapa dulu sempat berbangga-bangga.

Kehidupan adalah sebuah perjalanan pendek menuju kematian, lahir lalu tumbuh dewasa, menua lalu mati.

Entah kenapa, saya tiba-tiba takut jika ternyata kinilah waktuku, bukankah izrail selalu mengintip pada ketidak siapan? Ia menangkap perintah Tuhan dengan tepat, tak bisa mundur atau maju, tak mungkin salah orang.

Beberapa tahun terakhir ini, saya sedang berupaya mengisi hidup dengan perjalanan-perjalan spritual sederhana, dimulai dari mengujungi makam-makam tanpa nama secara acak, lalu yang terjauh adalah mencari ridha Tuhan dengan tenggelam dalam samudera cintanya di bogor.
Dan dalam perjalanan saya menulis ini.
Berharap disana syaa mendapatkan keteguhan iman, semakin konsisten pada kebaikan-kebaikan dengan menjamu mereka yang fakir dan miskin dengan jamuan-jamuan terbaik, bukan dari sisa-sisa pesta pora.


Semakin senja usiaku, saya semakin takut akan kematian tetapi berleha-leha dalam mempersiapkan bekal amal.
Padahal saya sadar, seperti perjalanan lombok-jakarta ini, setinggi-tingginya saya terbang melewati waktu berjam-jam akhirnya akan berakhir di landasan pacu, lalu teratur masuk ke ruang kedatangan, meskipun sudah jelas arah dan tujuan, selalau ada keraguan, apakah akan sampai pada rencana awal ataukah malah terhenti lama karena macetnya ibu kota.
Share:

AKU TAK BISA MENAKAR DIRIKU SENDIRI, TOLONG NASIHATI AKU...


Seperti lilin ,

Ada orang-orang yang terus berbuat baik,

Menerangi sekelilingnya,

Namun bersama kebermanfatannya yang ia pancarkan,

Tanpa sadar tubuhnya turut hancur berantakan...


Seperti mawar,

Ada orang-orang yang mengira telah banyak berbuat baik,

Menyebarkan semerbak keharuman,

Tanpa mereka sadar duri-duri yang mereka miliki,

Mengakibatkan luka pada orang-orang disekitarnya.....


Harus kita  akui ,

Menakar diri sendiri memang begitu sukar dan pelik,

Ada hal-hal yang tak bisa kita lihat hanya dengan bola mata kita sendiri,

Kita perlu bantuan mata orang lain untuk menilai ,

Untuk menunjukkan celah yang memaksa kita berbenah.....


Seringkali kita menganggap kebenaran adalah apa yang kita dengar dan kita lihat ,

Dan kita percayai berulang kali,

Meski tanpa disadarkan pada sumber yang benar,

Begitulah kita membangun kebenaran,

Prasangka diatas prasangka......


Pada akhirnya ,

Mereka yang berkata


 "TUBUHKU ADALAH URUSANKU , JANGAN SOK SUCI DAN IKUT CAMPUR"


Kelak akan menyesal dan berkata ,

"Mengapa dulu engkau tak menasihati aku ?


Sebab kehidupan dunia tak lain dan tak bukan hanyalah tentang saling nasihat-menahasihati dalam kebenaran ,Juga dalam kesabaran.....

Share:

KONSPIRASI DAN COCOKLOGI

 

Selain saya menyukai bacaan tentang konspirasi-konspirasi global, saya termasuk orang yang menyukai bacaan atau filem yang berbau misteri logis yang sulit ditebak endingnya, karena itu saya sangat suka membaca komik detektif conan yang tidak satupun saya punya pisik komiknya, sebab saya hanya membaca dari meminjam dari teman, maklum untuk ukuran kantong saya yang masih sekolah tak terjangkau harganya.

Meskipun saya sadar sesadar-sadarnya konspirasi global tidak bisa lepas dari yang namanya cocoklogi yang tidak berdasarkan kajian ilmiah. Seperti juga fiktifnya  kecerdasan detektif conan dalam memcahkan berbagai masalah kriminal, buktinya para detektif tidak mampu menemukan Dr.Mawardi yang sengaja (meng)hilang sampai saat ini. Kendati tidak ilmiah, tetapi kadang teori konspirasi globalpun benar-benar terjadi, misalnya saja saya pernah membaca sekilas tentang alasan perang dingin antara amerika dengan kuba yang sengaja dirancang sedemikian rupa oleh Departemen Pertahanan dan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat agar amerika punya alasan untuk melakukan embargo terhadap Kuba sebagai sebauh negara dengan sistem komunis di Amerika latin, operasi tersebut dikenal dengan nama "Operation Northwoods" 

Menurut saya,apa yang terjadi saat ini  sudah dirancang sedemikian rupa oleh sebuah kekuatan besar (mungkin saja memang Illuminiati masih ada sampai kini) untuk menguasai dunia dengan menggenggam/menguasai satu data dan  upaya konspirasi global yang sedang berusaha diwujudkan. Hampir semua Negara di dunia sedang berbondong-bondong “mengarsipkan” data-data penting kependudukan sampai  data intelijen mereka ke dalam digital yang bisa diakses dimanapun berada.

Tujuan akhir dari kekuatan besar ini adalah terrbentuknya Tatanan Dunia Baru atau terkenal dengan istilah New Worl Order yakni di mana kontrol pemerintahan, agama dan ekonomi di seluruh dunia berada dalam satu kendali, Implementasi dari NWO adalah membuat kekacauan didunia termasuk menggulingkan pemerintahan-pemerintahan berdaulat negara lain untuk kemudian disusupi oleh 'pemerintahan bayangan' dari Illuminati.

Di Indoensia,saat ini data-data mulai didigitalisasi  karena memang sangat memudahkan banyak pihak untuk mengaksesnya dimanapun berada. Lalu ketika proses digitalisasi diikuti oleh Program Keluarga Harapan, Operator utama beralih ke Pendamping yang awalnya hanya sebatas mendampingi KPM (Keluarga Penerima Manfaat), pekerjaan pendamping bertambah dengan tekanan yang masih sama, selalu deadline waktu lebih cepat dari kemampuan manusia dan  server saling berkenalan dan membangun chemistry agar bisa berjalan beriringan sampai ke proses “ijab kabul”.

Entah kenapa, saya tak lagi takut pada kekuatan Illuminiati yang mengikis keberanian para pemimpin eropa tentang Revolusi Perancis dalam buku Memoirs Illustrating the History of Jacobinism ( Augustin Barruel ) dan Proofs of a Conspiracy (John Robison), saya tak lagi peduli jika data yang ada di Indonesia digunakan oleh para pengikut Adam Weishaupt dari Bavaria untuk menguasai dunia. Saya hanya berharap agar Server normal demi melancarkan proses Tatanan Dunia Baru lebih cepat terealisasikan, saya capek dipimpin oleh orang-orang yang tak peduli dengan Nasib warga Lemer yang tak ada signal, barangkali jika dipimpin illuminiati, signal dirumah saya josss gandos..

 

 Tulisan Lama Tahun 2018

 

Share:

PUISI - Sebuah Rencana Suci dengan Pelacur



Bagaimana aku harus menahan diri?

Sedangkan kau tengah bercumbu

Aku lah lelakimu yang telah menjadi bagian dari masa-masa pencerahanmu

Aku lah yang menerimamu dengan keperawanan yang  tercecer!

Aku geram dan gigiku semakin keras gemertaknya

Tidakkah kau dengar aku!?

Semakin lama, semakin sakit saja aku

Dan semakin erat pelukanmu, tak bisa lepas!

Sebentar lagi fajar pelacurku,

Cepat ganti  muka dan kenakan mukenamu!

Jika kau masih haus oleh birahimu

Aku bias memberimu klimaks berulang

Jika masih ingin menumpuk uangmu

Aku masih memberimu setumpuk lagi

Cepat ganti muka!

Aku malu jika orang-orang tahu aku tengah membuat rencana suci dengan pelacur.

Share:

PEMUDA DAN SEMANGAT PERUBAHAN


Presiden pertama yang merupakan bapak Bangsa Indonesia pernah berkata,

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” Soekarno.

Pada masa kemerdekaan, para pemudalah yang memegang peranan penting menggelorakan semanagat perubahan dan kemerdekaan, tanpa menampik peran para tetua, para pemuda pada zaman itu  lebih memilih memperjuangkan kemerdekaan dengan cara intelek.

Dimulai dengan gerakan yang dilakukan pemuda yang belajar School Tot Opleiding Van Inlands Artsen atau disingkat STOVIA, sutomo bersama 9 rekannya pada tanggal 20 Mei 1908 mendirikan Boedi Oetomo.

Meskipun Belanda menerapkan politik etnis dan Ras dan Kesukuan, tetapi Organisasi Boedi Utomo mampu membangkitkan kesadaran semua pemuda Indonesia untuk bergerak dan “memberontak” menuju kehdupan yang lebih baik, dari pergerakan para pemuda inilah kemudia menjadi pemantik semangat dan kesadaran rakyat Indonesia dalam membuat organisasi-oragnisasi di berbagai bidang, misalnya Sarekat Dagang Islam (1909),Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926).

Tercatat juga bagaimana para pemuda mendorong dan mengambil peran penting pada pembacaan proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada waktu itu, para pemuda dengan semangat yang bergelora berbeda pendapat dengan tokoh-tokoh senio yang mempunyai banyak pertimbangan hingga berakhirnya dengan “penculikan” Soekarno sehari sebelum pembacaan Proklamasi yang menandai lahirnya Negara Baru dari cengkraman penjajahan yang dilakukan Bangsa Eropa (Belanda).

Pada tahun 1966, Demonstrasi besar selama 60 hari yang di pelopori oleh Mahasiswa Universitas Indonesia tercatat sebagai sebuah gerakan yang ingin  memurnikan ideologi bangsa, menjalankan amanat UUD 1945 secara menyeluruh dan memaksa pemerintah Orde Lama untuk merombak kabinet serta membubarkan PKI.

Dan pada Tahun 1998, para pemuda melakukan gerakan “pemurnian” dan perubahan besar serta fendumental pada banyak hal mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya, titik balik yang terjadi pada bulan Mei 1998 itu dikenal dengan sebutan Era Reformasi, jika pada Orde Baru, para intelektual dan Pemuda-pemuda yang kritis dibungkam dan kebebasan berkekspresi dibrangus, maka pada era reformasi nilai-nilai kebebesan mendapatkan tempat yang tinggi, meskipun saya  mengakui bahwa kebebasan tersebut terlalu liar sehingga merusak kearifan lokal masyarakat yang sejatinya harus kita jaga dan lestarikan bersama.

Dari paparan diatas, kita memahami dan sadar betul bahwa pemuda itu memang benar adalah agen perubahan, pemuda mempunyai kekuatan besar dalam merubah arah dan sejarah sebuah bangsa.

McKinsey  Global Institut mempunyai prediksi kuat bahwa Indonesai akan menguasai Ekonomi dunia di tahun 2030 yang akan datang karena Bonus Demografi, Indonesia akan mempunyai populasi usia produktif dua kali lipat dari usia bayi dan tua. Menurut data Bappenas, pada tahun 2045 Indonesia akan memiliki penduduk 321 juta jiwa dengan usia produktifnya mencapai angka 209 juta jiwa. Maka peran pemuda menjadi sangat penting dan menanggung lebih besar tanggung jawab daripada anak muda yang hidup saat ini; menjadi “ancaman” ataukah peluang.

Pada bebrapa tahun belakangan ini, pemuda Indonesia sedang mengalami “kegalauan” yang luar biasa hebat (mengutip perkataan tokoh politik senior NTB, Bang Fahri Hmazah pada acara deklarasi Gerbi NTB), kegalauan yang periodik, kegalauan yang sama yang pernah terjadi setiap 20-30 an tahun.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, para pemuda lebih sering menghabiskan waktunya di warnet untuk bermain game akbiat dari disrupsi tekhnologi, asyik menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan (faktor internal) dan meniru politisi dengan “papa minta uang” maka generasi ketiga (Generasi yang lahir pasca reformasi) memiliki keinginan kuat untuk berubah dan mempunyai kesadaran yang jauh berbeda.



Perubahan-perubahan tersebut bisa saya rasakan dengan adanya kesadaran untuk berkumpul dalam hal-hal positif; membuat kelompok-kelompok pemuda tingkat dusun yang merangsang kembali rasa kebersamaa dan gotong royong, bukan hanya itu saja, kelompok-kelompok pemuda generasi ketiga ini meskipun sudah berpindah tongkrongan dari Warnet ke yang mobile (Handphone), mereka juga aktif terlibat pada kegiatan-kegiatan positif bernuansa spritual, sosial dan kemanusiaan, kesadaran tersebut dapat dilihat dari gerakan mereka saat terjadi bencana yang menimpa bebrapa wilayah di negeri tercinta kita ini.

Selalu ada harapan meskipun ditengah badai seklaipun, bahkan soekrno saat berucap meminta 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia adalah saat -saat tersulit menjelang kemerdekaan Indonesia menghadapi penjajahan berkedok persaudaraan dari sesama Asia, juga menghadapi agresi militer belanda yang tak ingin Indoneisa merdeka. 

Mari, ambil bagian menjadi 10 pemuda yang diminta oleh soekarno untuk Indonesia yang lebih baik.

Share:

SAYA HARUS SEMBUH DARI BIPOLAR


Bipolar adalah gangguan kejiwaan berupa perubahan mood,sikap atau perilaku secara ekstrim, ketika merasakan kesedihan dia akan mengalami depresi berat dan cenderung terpuruk hingga bunuh diri/ suicide dan bisa saja mengalami perubahan sikap mendadak menjadi bahagia secara over, bersemangat dan percaya diri secara berlebihan.

Kita mungkin asing mendengar kata bipolar sehingga ciri-ciri bipolar yang ada pada seseorang  sering diidentikkan dengan kepribadian ganda oleh kebanyakan orang, pemahaman tersebut terjadi karena kurangnya informasi dan pengetahuan di masyarakat terkait dua kondisi tersebut, padahal secara kesehatan, Bipolar dan Kepribadian ganda berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan antara Bipolar dengan Kepribadian ganda memang sangatlah tipis, tetapi dapat dibedakan dari beberapa ciri-ciri pada seseorang..

Kepribadian ganda cenderung dirasakan sebagai kerasukan atau kesurupan karena adanya 2 atau lebih kepribadian yang ada pada dirinya. Hal itu terjadi karena respon adaptif terhadap rasa sakit, trauma, rasa takut berlebih sehingga diperlukan sebuah pertahanan diri dalam bentuk kepribadian yang lain. Hal paling aneh pada pengidap gangguan kepribadian ganda adalah, masing-masing kepribadian mempunyai masing-masing identitas yang berbeda baik pola pikir, perilaku, cara berbicara bahkan jenis kelamin dan usia. Ketika berada pada sbuah kepribadian yang menuntutnya untuk menjadi pembangkang maka akan keluar arogansi, temperamental tinggi serta hal lainnya secara penuh, sehingga penderita gangguan jiwa kepribadian ganda merasakan ada orang lain pada dirinya, seperti bukan dia.

Di tempat saya, seseorang yang  mengalami gangguan kejiwaan merupakan suatu aib bagi keluarga sehingga harus ditutupi karena bagi mereka yang mendapatkan sebutan sebagai orang dengan gangguan jiwa adalah orang yang berbeda, tak waras dan tak berhak mendapat tempat ditengah masyarakat. Padahal jika mau sedikit saja terbuka terhadap pengetahuan tentang kejiwaan, terdapat berbagai macam jenis gangguan kejiwaan yang salah satunya adalah Bipolar.

Macam-macam gangguan kejiwaan yang sering kita jumpai misalnya saja gangguan kecemasan (Contoh: depresi dan Bipolar), gangguan mood, gangguan psikotik (Contoh: delusi dan skizofrenia), gangguan makan (contoh: Obesitas atau penurunan berat badan ekstrim), gangguan control impuls (Contoh: keinginan mencuri yang tak meskipun tidak dibutuhkan atau mampu dikuasai secara sah [Klipto]), gangguanKpribadian, Obsessive-Compulsive Disorder (contoh: sesorang takut dengan kakinya yang kering sehingga akan tetap berusaha untuk membasahkan kakinya), Gangguan setres pasca trauma (contoh: trauma karena kekrasan fisik atau seksual), ganguuan disosiatif (contoh: gangguan pada ingatan dan kesadaran secara ekstrim), gangguan seksual dan gender (Contoh: Banci), Gangguan Tic (Contoh: Gangguan pada fisik berupa gerakan-gerakan berulang diluar control otak) dan masih banyak lagi jenis ganggua-gangguan kejiwaan yang tidak bias saya tulis karena keterbatasan pengetahuan dan perbedaan bidang akademik yang saya dalami.

 

Saya nekat menulis tentang bipolar karena saya termasuk salah seorang penderita yang di diagnosa oleh psikiater beberpa bulan lalu dan mengalami denial (penolakan) hingga saat ini. Saya lebih banyak membaca sebgai referensi untuk keluar dari lingkaran ini dan mencari tahu sendiri untuk menghadapi “sakit” yang saya hadapi, saya berinteraksi dengan banyak penderita bipolar di grup-grup media social termasuk dengan penyintas.

 

Saya tak pernah tahu penyebab pasti sejak kapan saya mengalami gangguan Bipolar, tetapi diagnosa itu menguat setelah saya membaca banyak sumber yang merujuk pada hal-hal yang pernah saya alami dan lingkungan tempat saya tumbuh.

 

Saya juga mengambil keputusan sendiri bahwa saya tidak ingin tergantung pada obat-obatan yang secara ekonomis akan membuat beban pengeluaran yang besar, meskipun penggunaan BPJS dapat dimaksimalkan untuk pengobatan gangguan bipolar, tetapi tetap saja efek jangka panjang untuk penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang akan menimbulkan permasalahan baru yang kan menambah beban bagi saya dan keluarga kecil saya suatu saat nanti.

Pengunaan obat-obatan pada jangka pendek berupa efek kantuk, lesu dan hilangnya semangat akan membuat saya abai terhadap kewajiban-kewajiban saya sebagai pekerja dan kewajiba saya sebagai kepala rumah tangga dalam hal pengasuhan anak-anak saya.

 

Saya mempunyai sifat keras kepala dalam banyak hal, meskipun seiring usia saya mengalami pelunakan sikap demi kemaslahatan, mengutip dari sebuah buku yang membahas tentang madzhab Maliki “Jalbu al-mashâlih muqaddam wa daru almafasid muakkhar – menarik kemaslahatan lebih diutamakan, menolak hal buruk/kerusakan kemudian”

 

Hal itu pula yang membuat saya mempunyai rule sendiri terhadap apa yang akan saya ambil sehingga sulit dipengaruhi orang lain jika hal tersebut murni tentang diri saya. Karena itu ketika saya ingin sembuh dan keluar dari diagnosa psikiater tersebut dengan cara perubahan pola pikir dan menyembuhkan diri saya, maka saya memilih mencari banyak referensi tentang bipolar daripada menunggu jadwal konsultasi saya ke psikiater.

 

Saya bukan mau menolak pengobatan medis, hanya saja kembali lagi pada tingkat kemudaratan dan manfaat yg akan saya alami, saya lebih memilih mengobati diri saya sendiri dengan diri saya sendiri.

 

Apalagi gangguan kejiwaan bipolar, pikiran memegang peranan penting. Sedangkan pengobatan secara medis akan berdampak ke fisik.

 

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya memilih untuk konsultasi ke psikiater daripada ke psikolog, hanya karena kemudahan akses,saya mengetahui ada salah seorang psikiater membuka praktek mandiri sedangkan saya tidak mengetahui ada psikolog yang membuka praktek secara mandiri kecuali di Rumah Sakit Jiwa, sedangkan ketika keluar masuk ke rumah sakit jiwa saja, maka akan mendapatkan beban tambahan berupa predikat sebagai orang gila. Saya menghindari hal remeh temeh itu demi terciptanya sosialisasi sehat antara saya dengan orang lain.

Banyak orang yang melihat Bipolar sebagai penyakit biasa saja, semua orang mengalaminya, semua orang mengalami perubahan sikap secara mendadak, mungkin pernyataan tesebut benar bagi mereka yang bukan pengidap gangguan jiwa bipolar, tetapi bagi kami yang merasakan, ada sesuatu hal yang berbeda, yang tak beres dan tak biasa pada diri kami, perubahan emosi secara mendadak dan ekstrim bahkan tanpa alasan membuat kami merasa ini benar-benar aneh.

Lucunya, bagi mereka yang bukan pengidap bipolar dengan santainya mengatakan bahwa apa yang kami alami adalah karena kesalahan kami yang jauh dari Tuhan, seperti tak cukup mencibir kami, mereka mencambuk kami sambil menelanjangi kami keliling kota, sebuah sikap yang tak layak dilakukan karena akan memperburuk emosi dan memperparah tindakan yang akan kami perbuat.

Menjadi gila secara utuh mungkin lebih baik karena tidak merasakan sakit, depresi, takut dan tertekan, tidak akan mendengar cibiran serta tak perduli perlakuan apapun yang dialaminya.

Saya percaya pada diri saya ada sebuah kekuatan yang akan menuntun saya untuk tetap berjalan pada tujuan saya untuk sembuh, saya memilih jalan saya sendiri, meskipun saya mengalami kegagalan untuk mempertahankan emosi akibat dari perbedaan sikap dan perilaku orang-orang yang bergaul dengan saya, betapa rapuhnya kejiwaan mereka yang mengidap bipolar.

 

 

 

 

Sekotong, 11 Maret 2021 – 02.14 AM

Upank


Share:
+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

MUSIC

small rss seocips Music MP3
Kegabutan Admin !!!

Recent Post

seocips f G t
Hallo, Nama saya Saparwadi Ashari, Saya lahir di Dusun
Lemer dusun terpencil di Kecamatan Sekotong Lombok Barat, ADD sosial Network saya. Read More »
 

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER