Sebab berbagi begitu indah..

Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Wedha

New Delhi, India. Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.
Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.
Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.
Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.
Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.
Sebenarnya dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa Nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang Nabi yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat agama lain, diantaranya :
1. Dalam surat Asy-Syu’ara(26) ayat 196 : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an juga terdapat wahyu Tuhan
2. Dalam surat Fatir(35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan
3. Dalam surat Al-Ahzab(33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir)
4. Dalam surat Al-Anbiya(21) ayat 107 dinyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.
5. Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda :
“Semua rasul yg diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.
Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila diantara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yg juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dll.
Ayat-ayat ramalan kedatangan Nabi Muhammad
Disebutkan dalam Bhavisa Purana –; dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :
“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”
Kalau anda baca tulisan diatas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yg disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.
Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.
– Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”. Jadi Narasangsa artinya : orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan Nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.
– Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.
– Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan Nabi agung umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW.
– Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.
Beberapa ramalan lainnya :
– Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah : “akkaru” yang artinya : “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.
– Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-suku-suku dari suku-suku di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.
– Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi dipanggil dg sebutan “Suslama” yg artinya lagi-lagi adalah : orang yg terpuji yg merupakan arti dari nama Muhammad.
– Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan Nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.
– Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada Nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi undang-undang abadi”.
Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dg nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.
Kalky Autar
Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari Alahabad University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” artinya : turun. “tr” artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.
Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya Nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.
Disebutkan dalam Nashpropesy, Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Diantara ayat-ayat yang menyebutkan adalah :
– Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyash akan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat-sifatnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang jahat dan dia akan terkenal di dunia.
– Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash
– Dalam Kalki Purana (2) : 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin – kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar
– Dalam Kalki Purana (2) : 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat
– Dalam Kalki Purana (2) : 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh malaikat di medan perang
– Dalam Kalki Purana (2) : 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah Summati Kalki Autar akan lahir
– Dalam Kalki Purana (2) : 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop
– Semua ramalan yg disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Penjelasannya demikian :
– Dirumah Visnuyash berarti dirumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari Nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.
– Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yg setia.
– Sambala bahasa arabnya adalah tempat yang aman & damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman & damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa Nabi akan lahir diantara kepala suku di Makkah.
Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal
Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan nabi-nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab : 40.
– Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.
– Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.
– Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu : bijaksana, punya kendali diri, keturunan yg terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad
– Dia akan diberi kendaraan yg sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yg membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.
– Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.
– Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan dimana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.
– Dia akan dibantu oleh 4 sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada 4 orang khalifah sahabat nabi yaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
– Dia akan ditolong oleh malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr Nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 : “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal(8) ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yg datang berturut-turut.”
Subhanallah..
Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran Nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa Nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.
Hal ini juga dapat membuka diskusi yg menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum Nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?
Share:

LAUT TERBELAH DI NTB




Tak banyak yang tau, bahwa laut terbelah seperti kisah Nabi Musa ternyata ada di Ujung Timur Pulau Sumbawa yang biasa masyarakat disekitar mengenal dengan pantai Lariti. Pantai Lariti, merupakan sederetan pantai yang cukup eksotik karena pemandangan serta air lautnya yang sangat bening dan indah.

Tidak hanya itu setiap orang yang mengunjungi pantai Lariti, kelakarnya pasti aka mengingat tentang kisah Musa yang dikejar oleh Firaun yang pada akhirnya Musa dengan kekuatan spiritualnya mampu membelah laut. Seperti itulah gambaran dari pantai Lariti yang lautnya terbelah menjadi dua

Pantai Lariti terletak di wilayah

selatan Kabupaten Bima, tepatnya Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape. Lokasi pantai tidak jauh dari Pelabuhan Sape, gerbang laut yang menghubungkan Pulau Sumbawa dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Bima, pantai ini bisa ditempuh satu jam perjalanan mengendarai mobil.

Dari kejauhan terlihat panorama Pantai Lariti berupa terumbu karang bagai jalan membentang membelah laut sepanjang 100 meter dari bibir pantai hingga Nisa Lampa Jaram, pulau persinggahan alias ladang ternak kuda merumput.

Laut yang tampak ”terbelah dua” selebar 20 meter itulah bagai dalam kisah Nabi Musa AS. Setelah mencelupkan tongkat mukjizatnya, Laut Merah tersibak dua. Lewat lorong air itulah Nabi Musa dan umatnya berjalan menyelamatkan diri dari kejaran bala tentara Firaun.

Lariti begitulah warga Bima menyebut nama pantai yang indah dan memesona itu. Pantai Lariti yang begitu memikat, memang belum sepopuler pantai-pantai terkenal lainnya di NTB. Lariti, selama ini hanya terbatas baru menjadi destinasi wisata masyarakat lokal. Padahal, jika sedikit saja dapat sentuhan penataan dari pemerintah, Lariti bisa menjadi destinasi wisata andalan NTB selain pantai-pantai lainnya yang sudah kesohor.

Lariti memiliki keindahan yang sangat menakjubkan. Karena itu sangat layak dijual kepada wisatawan nusantara termasuk mancanegara. Lariti tidak saja pantainya berpasir putih dan pemandangan alamnnya yang indah. Pemandangan alam bawah lautnya juga sangat menakjubkan.(Furkan)

Sumber : Kompas, Data Pribadi Wartawan Poros, dan Lombok Aktraktif
Share:

MENINGKATKAN HARKAT "PAKAIAN BEKAS".





Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.

Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya.

Semoga jadi inspirasi.
Share:

TERIMAKASIH TNI





Sejarawan dan juga pakar militer Prof Salim Said pernah mengatakan bahwa tentara Republik Indonesia ini unik, bersifat "Self-Created Army". Dikatakan self-created karena dulu pembentukan TNI berawal dari para relawan dan laskar yang dengan penuh kesadaran menggabungkan diri dan menyatukan visi. Benarlah dhawuh Hadratussyaikh Kyai Hasyim Asyari yang mengatakan bahwa Nasionalisme dan Agama adalah dua hal yang saling menguatkan.
72 Tahun yang lalu, berbondong-bondonglah pemuda, santri, laskar mujahid hizbullah, dsb sukarela mendaftarkan diri bersama dengan mantan anggota Heiho (orang Indonesia yang menjadi tentara reguler Jepang), KNIL (Koninklijk Nederlands Indische Leger – pribumi yang jadi Angkatan Darat Hindia Belanda). Tujuan mereka satu, bersiaga mempertahankan Republik yang waktu itu baru berusia 45 hari dari gempuran Belanda. Mayor Jenderal Oerip Soemoharjo yang menyadarkan perlunya pembentukan angkatan bersenjata ini.
Sejak awal dibentuknya BKR yang kemudian menjadi TKR dan TNI, para kyai dan tokoh-tokoh pesantren yang terdidik di kesatuan PETA dan Hisbullah serta Sabilillah memiliki peran vital dalam pembentukan barisan-barisan dalam kemiliteran. Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya, perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang bukan hanya karena nasionalisme, namun faktor yang dominan adalah karena agama para pejuang diusik oleh penjajah. Kita ketahui bersama, para penjajah punya misi Gold, Gospel, and Glory.
Sejarawan NU, Dr. Agus Sunyoto pernah meneliti bahwa dalam sejarah pembentukan TNI, mereka yang tercatat sebagai komandan batalyon sejak BKR diubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945, mayoritas berasal dari kesatuan PETA, Hisbullah, Sabilillah, Seinendan, Keibodan, Heiho, masyarakat pejuang, dan bekas KNIL mayoritas adalah prajurit yang berlatar pendidikan pesantren. Maka wajarlah yang dikatakan Panglima TNI saat ini Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa Umat Islam adalah benteng pertahanan terakhir NKRI.
Perlu diketahui juga, amanah sebagai Panglima pertama kali dijabat Jenderal Soedirman, seorang eks perwira PETA yang juga Guru di SD Muhammadiyah. Sebagai panglima pertama, Jenderal Soedirman tidak dipilih oleh Presiden Soekarno, tetapi dipilih sendiri oleh para anggota TKR sendiri secara musyawarah melalui sebuah rapat yang disebut Konferensi TKR. TNI kuat bersama rakyat.
Dirgahayu TNI ke 72, Semoga sukses dan berkah selalu.
ttd. rakyat biasa

DirgahayuTNI72

FB: Rama Ekawidiya
Share:

MAKNA KECERDASAN

Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya.
Lalu saya bercerita, ada 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.

Anak ke 1 : Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematika dan fisika.
Lalu psikolog tanya kepada siswa saya? Apakah anak ini cerdas? Dijawab serentak sekelas...iya...Dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita... 

 Anak ke 2 :  Dengan gesit anak kedua ini datang memungut kelapa yang jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan ke pedagang dan dia bersorak...yesss...laku Rp 5.000.
Kembali saya bertanya ke anak-anak dikelas...apakah anak ini cerdas?
Anak-anak menjawab iyaa...Dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita...

 Anak ke 3 :  Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? _Ini kelapanya jatuh, mau saya kembalikan kepada yang punya pohon._
Saya bertanya kepada anak-anak...apakah anak ini cerdas?... anak-anak dengan mantap
menjawab...iya...dia anak yang cerdas.
Sayapun melanjutkan cerita ke empat...

 Anak ke 4 :  Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. _"Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya"._
Lalu saya bertanya...apakah anak ini anak yang cerdas? Anak-anak menjawab, iya...dia anak yang cerdas.

Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukkan anak yang cerdas.
Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki  "Kecerdas-unikan-nya".  
Dan mereka ingin dihargai  "Kecerdas-unikan-nya"  tersebut...

Namun yang sering terjadi di dunia kita, dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ?
 "Kecerdasan Anak Pertama, Kecerdasan Akademik" , Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN.
Sedang... "Kecerdasan Finansial"  (anak no. 2),  "Kecerdasan Karakter"  (anak no. 3) dan  "Kecerdasan Sosial"  (anak no. 4). Belum ada ruang yang diberikan negara untuk mengakui kecerdasan mereka.
Anak Anda termasuk nomor berapa?
Anak anda semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan  "Keunikan dan Kecerdasannya"  masing-masing, hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.
Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing, dan siapkan mereka dengan  4 Kecerdasan  (Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial)  sebagai pedoman dimana mereka akan mengarungi lautan hidup kelak.
Share:

Dibalik PERPPU No.2 Tahun 2017 Tentang Pembubaran ORMAS

“PERPPU ini semacam interplay antara kecemasan dan kedunguan, hasilnya adalah PERPPU. Karena nggak pernah persis dalilnya apa. Saya kasih contoh yang lebih formil supaya tidak disebut sebagai hoax. Tadi, di Metro TV saya mendengar kalimat Presiden ketika menerangkan ashbabun nuzul dari PERPPU ini, verbatimnya saya kutipkan, ‘PERPPU dimaksutkan terhadap mereka yang menyalahgunakan kebebasan yang telah diberikan’. Saya headline itu ya, ‘kebebasan yang telah diberikan’. Saya mau terangkan, bahwa, ucapan Presiden itu akan berakibat panjang kepada sistem konstitusi kita. Dia menyebut kebebasan yang telah diberikan. Oleh siapa? Ya oleh pemerintah karena yang mengucapkan adalah pemerintah. Kebebasan itu tidak pernah diberikan, itu berdasarkan pada natural rights. Bahkan konstitusi tidak memberikan kebebasan. Tugas pemerintah adalah melindungi kebebasan. Bukan mengambil ulang. Karena hak itu tidak diberikan oleh konstitusi. Hak kita datang dari natural rights. Yang ada di konstitusi adalah hak yang bisa dipermainkan secara politis. Jadi kalau kita ada di dalam permainan politik, seperti di dalam popular sovereignty, di situ bekerja hak-hak kebebasan politik. Tapi basisnya adalah natural rights. Jadi hak itu tidak diberikan oleh pemerintah.”
“Jadi sebetulnya seluruh isi dari PERPPU itu filosofinya adalah mengambil kembali kebebasan yang diberikan oleh pemerintah, di situ salah kaprah luar biasa. Ini soal fundamental bernegara.”
“Hal yang juga berkaitan dengan itu, kita langsung melihat tadi, Pak [Todung] Mulya Lubis misalnya, Pak Menteri, ragu-ragu memberi argumen. Jadi keragu-raguan itu memperlihatkan bahwa ada kekacauan berpikir, atau ada persekongkolan yang belum selesai. Itu dasarnya kenapa orang ragu-ragu.”



“Saya lihat beberapa sumber resmi dari istana. Saya melihat […] gagap memberikan argumen. Jadi kalau saya balik pada ucapan Presiden Jokowi, dia bilang bahwa, ‘PERPPU ini ditujukan kepada mereka yang menyalahkan kebebasan yang telah diberikan’. Itu kalau di luar negeri, ucapan itu, bisa mengakibatkan seorang Presiden di-impeach. Karena dia nggak paham dengan basis dari filosofi konstitusi, yang disebut liberty itu.”
“Tetapi saya nggak bisa bilang Presiden bodoh di dalam soal filosofi. Tidak. Karena di depan mic Presiden waktu mengucapkan kalimat itu, ada tiga lembar kertas, seperti kebiasaan Beliau membawa tiga lembar kertas, berarti dia di-brief, atau dibisiki oleh lingkungannya. Nah, yang bodoh lingkungannya ini. Karena tidak memberi feeding yang sempurna pada Presiden. Sehingga Presiden salah memahami arti kebebasan dalam sistem konstitusi kita.”
“Kalau dikatakan misalnya ini demi mereka yang akan membubarkan negara, loh dalam teori membubarkan negara itu macam-macam kualifikasinya. Anda mau alter the government, melampaui pemerintah karena pemerintah salah, itu juga adalah tindakan membubarkan [negara]. Atau Anda misalnya mau abolish, itu dua istilah yang berbeda, tapi tidak pernah dijelaskan tujuan PERPPU ini apa? Mencegah mereka meng-abolish atau sekedar yang meng-alter pemerintah, melampaui.”
“Lalu dikatakan ini tidak pancasilais mereka. Loh kalau tindakan mereka justru berbeda hanya karena pancasila sekedar menghasilkan PERPPU, utang, dan Pansus, jelas pancasila mesti dikritik. Jadi tidak pernah jelas apa yang diinginkan oleh pemerintah.”
“Kalau dikatakan bahwa ini agar Indonesia tetap berbasis pada satu pikiran pancasilais, sehingga ideologi lain tidak bisa. Aceh itu sudah beda sama sekali. Sistem pemerintahannya sudah lain. Ideologi di situ sudah lain. Syariat Islam ada di situ. Toh bisa hidup. Apa bedanya itu?”
“Sekali lagi, kita bermain-main dengan upaya untuk menyembunyikan semacam kebencian politik pada satu kelompok, lalu memanfaatkan itu untuk diam-diam menghukum kelompok yang lain. Bahayanya saya kira ada di situ.”
“Pepatah mengatakan, ‘there is a black-sheep in every flock’, selalu ada kambing hitam di dalam kumpulan kambing. Tidak ada soal […] tidak semua kambing hitam. Tapi menyebut kambing hitam artinya seluruhnya berarti hitam. Satu kesalahan pars prototo dalam logika itu. Itu yang bahayanya, seringkali pemerintah bikin kesalahan logis macam itu. Dan kita tidak bisa diamkan cara berpikir semacam itu.”
“Yang lain misalnya, Pak Wiranto menyebut begini, ‘kita belum bersatu karena itu belum PERPPU agar supaya kita punya [..] yang sama untuk menghadapi globalisasi. Lain lagi jalan pikirannya. Jadi PERPPU dibuat agar supaya kita bersatu menghadapi globalisasi itu. Jadi Anda liat kekacauan pikiran demi kekacauan pikiran diperlihatkan pemerintah. Sehingga yang terjadi sekarang bukan kegentingan yang memaksa tapi memaksakan kegentingan.”




Rocky Gerung
Share:

REALISTISKAH MEMBLOKIR MEDSOS?

Heboh telegram diblokir. Banyak yang nyeletuk kenapa instagram, facebook, youtube dan lain-lain tidak ikut diblokir.
Tau tidak, Presiden Jokowi memberikan target kunjungan wisatawan manca negara tahun 2019 sebanyak 20juta WISMAN dan dicanangkan menjadi sumber devisa utama negara mengalahkan sektor MIGAS.
Tau tidak, menurut data google, 70% wisatawan Amerika melihat video traveller di youtube sebelum memutuskan untuk berkunjung ke suatu tempat.
Untuk eropa dan Asia saya tidak punya datanya, tapi tidak jauh berbeda dengan Amerika kok.
Tau tidak, 32% dari total spending wisatawan itu dialokasikan ke "shoping" kuliner dan oleh-oleh, yang mana 2 hal ini dampaknya langsung ke masyarakat. Diluar hitungan ppn 10% tentunya.
Tau tidak, instagram dan facebook itu sekarang alat pendukung proses pengambilan keputusan bagi wisatawan sebelum memutuskan datang ke suatu tempat. Data tepatnya berapa? Oh tidak akan saya tulis disini karena itu jualan kami di travelingyuk.com
Saya sih g berani bayangkan berapa kerugian Indonesia kalau layanan yang saya sebut diatas itu di blokir.
Saya juga rada geli membayangkan berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan pemerintah untuk promosi pariwisata tanpa layanan2 diatas.
Berapa banyak perusahaan yang akan gulung tikar, terutama yang mengandalkan sumber traffic, user dan interaksi dari layanan2 diatas.
Berapa banyak youtuber yang bakalan kehilangan sumber pendapatan sekaligus kehilangan tempat eksis.
Jika tulisan diatas belum memberikan gambaran dampak dari layanan2 yang telah saya sebut, saya coba berikan gambaran lainnya.
Tau lagu yang sedang hits sekarang ini kan? Pasti tau dong "Despacito" Ya lagu tersebut menjadi salah satu penyebab puerto rico selamat dari kebangkrutan.
Yang pasti bukan karena lirik nya tapi karena video klip yang menampilkan objek2 keren di puerto rico, wal hasil pariwisata puerto rico meningkat 45%.
Coba tebak dimana mayoritas orang lihat video Klip nya? Jawabannya adalah YOUTUBE. Sampai status ini saya tulis sudah ada 2,551,916,112 views dan saya pastikan akan bertambah ketika teman-teman membaca status ini
Kalau kita berhitung cermat, mestinya bisa ketemu angka positif dan negatif nya. Tapi lama-lama saya juga mikir, kenapa cuma telegram yang diblokir.
Layanan sebelumnya ada vimeo karena mengandung konten porno. Youtube sejatinya tak kalah banyak konten porno nya. Tapi, Ah sudahlah. Suka-suka pemerintah saja. Dan jangan salahkan netizen kalau ada yang mikir jangan-jangan ada yang bayar biar telegram di blokir.
Saya juga bingung tulisan ini buat siapa ? 



Oleh: Sa'atul Ihsan
Share:

Gini cara ngatasin jika kena Virus Wanna Cry?

Kalo udah masuk ke Virus .wcry (cek gambar)
1. Masuk ke Safe Mode

2. Klik Safe Boot -> minimal, Klik Ok dan Restart

3. Setelah direstart masuk ke Control Panel -> Folder Options -> Show Hidden File (cek gambar) lalu klik Apply

4. Masuk ke msconfig -> Startup -> Disable Program yang mencurigakan atau tidak diketahui, klik ok dan Klik "Exit without Restart"

5. Hapus File Berbahaya (File Virusnya Semua)

6. Periksa folder berikutnya untuk menemukan file yang mencurigakan:
%TEMP%
%APPDATA%
%ProgramData%
(Jika ada folder / File Wanna Cry hapus langsung)

7. cek host file, karena itu bisa corrupt sama si Virus
Letak host:
C:\windows\System32\drivers\etc
nanti ada file host lalu buka pake notepad
(Disitu jika ada situs yang ga diketahui, maka hapus langsung)


8. nah abis itu, masuk lagi ke msconfig terus disable Safe Mode klik ok lalu Restart


9. Setelah direstart, tidak ada "Decryption Tool" sekarang, tapi ente dapat merestore file dari backup atau mengembalikan folder yang terpisah


10. Sekarang ente bisa lihat versi lama dari file yang terenskripsi


11. Hapus File bernama:
Readme.txt.WCRY
License.txt.WCRY
History.txt.WCRY
!Please Read Me!.txt
!WannaDecryptor!.exe

Sumber: duniapustaka24
Share:

10 TAKTIK PEMURTADAN KRISTENISASI


Semua orang telah Paham, agama Kristen adalah agama misi. Tentang hal ini diterangkan dalam kitab Bibel. “Kata Yesus: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku doa baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Walaupun ini kemudian terbukti ayat palsu, namun umat Kristen tetap menganggap seolah-olah ini adalah ayat asli.
Dalam kitab Bibel itu juga, orang-orang Kristen dihalalkan menempuh berbagai cara seperti menipu, pura-pura, berbohong dan lainnya agar tujuan misi tercapai. “Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak, dan di mana dosa bertambah banyak,
Share:

STRATEGI CERDAS MEMONOPOLI SEARCH ENGINE



Gentaloka, hatree, kejoora, islamnkri, azhar, beritateratas, dll, semua itu disebut WEB FARMING yang bertujuan untuk MEMENANGKAN Kompetisi SEO (Search Engine Optimizing) pada Search Engine (spt Google, Yahoo, MSN dll) dengan menyingkirkan semua KEYWORD yang bagus dan baik mengenai Lawan politik ahok

dan website itu hanya berisi daur ulang atau berita Ga Penting utk dikomentari dari media-media mungkin bisa kita contohkan misalnya tentang ahok yang diselewengkan Judulnya dengan sentimen kepada lawan Politik ahok, sehingga semua Judul2 dan berita yang bagus tentang lawan politik ahok akan TERGESER pada halaman 10 keatas, sedang berita-berita yang bagus dari ahok berada pada halaman 1 search engine

Jadi mereka tidak mementingkan isinya, hanya bertujuan bagaimana menguasai Keyword pada search Engine, Jadi semakin banyak dishare oleh banyak orang dengan Tujuan mengkomentari balik (baik itu Mencaci maupun Memuji) apa yang ditulis pada Judulnya, itu akan Membuat Rating mereka naik di Search Engine

Jadi secara Tidak Langsung, teman-teman yang Anti Ahok, ikut berkontribusi untuk membuat lawan politik ahok, makin tersingkir dari Search Engine

Begitu juga, untuk mereka yang sengaja mendeskreditkan negatif agama misalnya Islam, semakin kita Share dan Komentari(baik itu komentar Marah, mencaci maupun memuji), maka Islam semakin Nampak Jelek di Search Engine...
Jadi, cara paling bijak untuk mengomentari hal-hal yg tidak kita senangi adalah dengan cara secreenshoot atau Capture postingan kemudian baru dikomentari, hal tersebut tidak akan menambah rating mereka pada search engine..

Mari coba kita mulai dari sekarang!
Share:

LGBT : SEBUAH GERAKAN PENULARAN



Mungkin ada yang heran bertanya, kenapa saya begitu keras terhadap perilaku lesbianism, gay, bisexual and transexualism (LGBT).
Saya seakan penuh murka dan tak memberikan sedikitpun ruang toleransi bagi pengidapnya.
Mungkin saya perlu klarifikasi bahwa saya tidak sedang bicara tentang pelaku, orang dan oknum. Terhadap oknum, orang dan pelaku LGBT, kita harus tetap mengutamakan kasih-sayang, berempati, merangkul dan meluruskan mereka.
Dan saya juga tidak sedang bicara tentang sebuah perilaku personal dan partikular.
Saya juga tak sedang bicara tentang sebuah gaya hidup menyimpang yang menjangkiti sekelompok orang. Karena saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN!!!

Ya, saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN : ORGANIZED CRIME yang secara sistematis dan massif sedang menularkan sebuah penyakit !!!
Sekali lagi, bagi saya ini bukan semata perilaku partikular, sebuah kerumun, bahkan bukan lagi semata-mata sebuah gaya hidup, tapi sebuah harakah : MOVEMENT !!!
Terlalu paranoidkah kesimpulan ini ???

Saya telah mengumpulkan begitu banyak kesaksian di kampus2 tentang mahasiswa-mahasiswi normal kita yang dipenetrasi secara massif agar terlibat dalam LGBT dan tak bisa keluar lagi darinya.
Perilaku mereka sangat persis seperti sebuah sekte, kultus atau gerakan2 eksklusif lainnya : fanatik, eksklusif, penetratif dan indoktrinatif.
Ya, ini telah berkembang menjadi sebuah sekte seksual.

Kenapa mereka perlu menjadi sebuah gerakan ?

Karena target mereka tak main2 : mendorong pranata hukum agar eksistensi mereka sah secara legal. Dan untuk itu mereka membutuhkan beberapa prasyarat :

Pertama, jumlah mereka harus signifikan secara statistik, sehingga layak untuk mengubah asumsi, taksonomi dan kategorisasi

Kedua, keberadaan mereka telah memenuhi persyaratan populatif, sehingga layak disebut sebagai sebuah komunitas

Ketiga, perilaku mereka telah diterima secara normatif menurut persyaratan kesehatan mental dari WHO.

Untuk memenuhi ketiga hal ini, maka organisasi ini harus mampu menularkan penyimpangannya secara eksponensial kepada lingkungannya.
Mereka telah mempelajari hal itu dari keberhasilan “perjuangan” saudara2 mereka di Amerika Serikat. Mereka sadar, pertumbuhan jumlah mereka hanya bisa dilakukan lewat penularan, mengingat mereka tak mungkin tumbuh lewat keturunan.
Mereka sadar, tanpa penularan mereka akan punah !!!

Kenapa harus menyasar mahasiswa/i ???

Sebenarnya yang ingin mereka sasar ada 2 : Pertama, mahasiswa; dan yang kedua, institusi akademik.
Mereka menyasar mahasiswa, karena mahasiswa adalah generasi galau identitas dengan kebebasan tinggi dan tinggal di banyak tempat kost.
Sedangkan institusi akademik perguruan tinggi mereka butuhkan untuk menguatkan legitimasi ilmiah atas “kenormalan” mereka.
Mereka bergerilya secara efektif, dengan dukungan payung HAM dan institusi internasional.

*Sesama jenis

Per 1 Januari 2015, tercatat ada 17 negara yang undang-undangnya telah melegalkan perkawinan sesama jenis.
Dan akan menyusul belasan negara lain.
Trend dukungan atas perkawinan sesama jenis terus bertambah.

Silahkan tanya ke politisi negeri ini, apakah mereka akan melegalkan perkawinan sesama jenis di Indonesia?
Sekarang sih saya yakin jawabannya: TIDAK.
Tapi 20-30 tahun lagi, tergantung situasinya.
Jika itu membuat mereka terpilih, akan banyak politisi yang bersedia menyetujuinya.
Saya tidak berlebihan.
Itu rasional sekali.
Silahkan cek di negara2 lain.
Tahun 1950, tidak ada satupun negara yang melegalkan perkawinan ini, tapi dunia berubah sangat cepat, kelompok pendukung kebebasan semakin besar, kelompok yang tidak peduli, I don't care - semakin banyak, sistem demokrasi mempercepat legalisasi perkawinan sesama jenis. Sah. Atas nama kebebasan.

Semua agama melarang perkawinan sesama jenis. Tapi demokrasi tidak mengenal kitab suci.
Kalian tahu, bahkan homo kelas berat, masih santai pergi ke Gereja, ke tempat2 ibadah.
Mereka hanya mengenal suara terbanyak.
Saya berikan contoh, Brazil, Mei 2011 mereka melegalkan perkawinan sesama jenis.
Apakah orang Brazil tidak beragama?
90% penduduk mereka beragama, lantas apakah tidak ada di sana yang keberatan dengan legalisasi ini?
Jawabannya sederhana: mayoritas tutup mata.
I don't care !!!
Urus saja masing2.
Saya tidak mau recok. kamu jangan rese.
Yang sesama cowok mau ciuman di tempat umum pun, bodo amat.
Toh, mereka tidak mengganggu saya.

Dulu, Brazil itu sangat religius.
Lantas kenapa sekarang jadi berubah sekali? Bagaimana mungkin politisi mereka meloloskan UU itu? Apakah rakyatnya tidak keberatan.
Itulah kemenangan besar paham kebebasan.
Mereka masuk lewat tontonan, bacaan, menumpang lewat kehidupan glamor para pesohor.
Masyarakat dibiasakan melihat sesuatu yang sebenarnya mengikis kehadiran agama.
Awalnya jengah/malu, lama2 terbiasa, untuk kemudian apa salahnya?
Di sisi lain, eksistensi agama dipertanyakan.
Tuh lihat, toh yang beragama juga bejat, tuh lihat, mereka juga menjijikkan.
Fobia agama dibentuk secara sistematis, dimulai dari pemeluknya sendiri, untuk kemudian, orang2 dalam posisi gamang, mulai mengangguk, benar juga. Orang2 jadi malas mendengarkan nasehat agama, buat apa?
Urus sajalah urusan masing2.

Rumus ini berlaku sama di seluruh dunia.
Apapun agamanya.
Bahkan termasuk dalam kasus, tidak ada agama di suatu tempat, hanya ada nilai-nilai luhur--yang pasti juga akan melarang pernikahan sesama jenis. Fasenya sama persis. Strateginya juga sama. Dekatkan mereka dengan materialisme dunia, jauhkan mereka dari nilai-nilai luhur. Gunakan teknologi untuk mempercepat prosesnya. Internet misalnya, itu efektif sekali menyebarkan berita, propaganda, dan lainnya.

Apakah Indonesia juga akan begitu ???

Silahkan tunggu 20-30 tahun lagi.
Jika tidak ada yang membangun benteng2 pemahaman bagi generasi berikutnya, tidak ada yang membangun pertahanan tangguh, malah sibuk saling sikut berkuasa, sibuk berebut urusan dunia, sibuk dengan urusan duniawinya, 20-30 tahun lagi, kita akan menyaksikan pasangan cowok bermesraan di tempat2 umum.
Tetangga sebelah rumah kita adalah pasangan sesama jenis, dan mereka dilindungi oleh UU, karena sudah dilegalkan.
Ketika masa itu tiba, kalian bisa kembali mengeduk catatan ini.

Pedulilah, hidup ini bukan cuma urusan pribadi masing2.
Hidup ini tentang saling menjaga, saling menasehati, saling meluruskan.
Pedulilah, kawan, ikut menyebarkan pemahaman baik, lindungi keluarga, teman, remaja, dan semua orang yang bisa kita beritahu agar menjauhi perilaku melanggar aturan agama, nilai2 kesusilaan.

☝☝☝☝☝☝☝☝
Sebarkan, Insya Allah menjadi Amal Sholeh dan sbg konstribusi menyelamatkan anak bangsa dan negara, amiin.

Semoga Bermanfaat,
Copas dari Group Fisip UI, bagus menjadi wacana kita : Adriano Rusfi, Psikolog
Share:

STRATEGI SBY DALAM PILKADA DKI





Saat banyak orang menertawai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena kekalahan AHY dalam Pilgub Jakarta, kok saya tiba-tiba berpikir lain, bahwa sesungguhnya yang tengah berjalan adalah skenario SBY. Ingatan pada kekalahan SBY dari Hamzah Has pada Pemilihan Wakil Presiden tahun 2001, menguatkan pikiran saya ini.

SBY memang tidak menargetkan Jakarta. Ia tengah mempersiapkan AHY untuk sesuatu yang lebih besar. Dan, untuk itu, AHY harus menjadi kesatria, berjiwa besar dan negarawan muda. Kekalahan adalah ujian yang diharapkan. Dan, AHY bukan dikorbankan, tapi tengah ditempa.

AHY juga sekaligus untuk memecah ombak. Tanpa AHY, bisa jadi Ahok menang satu putaran. Jauhnya elektabilitas Anies dibanding Ahok sebelum penetapan calon gubernur menjadi alasan utama perlunya pemecah ombak.

Dan, SBY kali ini jitu. Ahok hanya mampu mendulang suara jauh di bawah dari setengah pemilih Jakarta yang memberi suara. Saat bersamaan, elektabilitas Anies merangkak naik.

Kini, banyak orang mulai pesimis Ahok menang lalu menjadi Gubernur Jakarta lagi. Elektabilitasnya yang stagnan, elektabilitas Anien yang bergerak naik adalah ketakutan utama pendukungnya. Ini berkat kecerdasan dan intuisi SBY yang tajam. Ia seorang thinking general, bukan?


Berjalannya skenario SBY juga terindikasi saat AHY menyampaikan pidato kekalahan. Pendukungnya malah sudah berteriak AHY for President. Saat bersamaan, jutaan orang yang melihat, termasuk yang bukan pendukung AHY, bahkan pendukung die hard Ahok, termasuk Jokowi, berdecak kagum lalu memuji AHY: kesatria. Sebuah tanda lahirnya rasa suka yang kelak berpotensi menjadi keinginan untuk memilihnya.

Ini artinya, jangankan untuk jabatan politik setara dua bintang, untuk empat bintangpun, AHY sudah mendapat dukungan untuk itu. Jalannya lempang. Hanya tsunami politik yang bisa menghadang.

Apa yang didapat AHY ini adalah sebuah mukjizat bagi seorang mayor. Untuk menjadi jenderal, seorang mayor memerlukan waktu lebih dari sepuluh tahun. Dan, tak ada jaminan AHY mendapatkan itu. Apalagi kian tahun, SBY kian kehilangan pengaruh karena usia renta, juga dinamika kehidupan.

SBY tak mau itu terjadi pada putra sulungnya. AHY harus menjadi jenderal secepatnya. Dan itu tercapai, tak sampai setahun setelah AHY berhenti menjadi tentara aktif. Kini, popularitas, juga elektabilitas AHY jauh mengungguli para jenderal aktif sekalipun.

Itulah hebatnya SBY. Kehebatan ini pernah ia tunjukkan di masa lalu. Hanya tiga tahun setelah ia kalah untuk menjadi wakil presiden, ia kemudian malah menjadi presiden selama sepuluh tahun, dengan catatan apik: mengalahkan atasannya, juga seniornya di tentara. Hebat.
Share:

SEJARAH PECI (SONGKOK HITAM) KEBANGGAN RAKYAT INDONESIA




Sebagai seorang Muslim Indonesia pastinya sangat tidak asing lagi dengan benda yang sering digunakan oleh kaum laki-laki ketika sedang ibadah sholat ataupun untuk acara-acara tertentu yang masih berbau religi. Ya, itu adalah peci hitam yang umumnya dari bahan beludru. Peci, sejarahnya sangat kental dengan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Dalam hal ini, Bung Karno memang pelopor.
Dalam buku otobiografinya yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno bercerita bagaimana ia bertekad mengenakan peci sebagai lambang pergerakan. Di masa itu kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan memakai blangkon, misalnya, tutup kepala tradisi Jawa. Jika kita lihat gambar dr. Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) dan dr. Cipto Mangunkusumo (1886-1943) memakai blangkon, itu sebelum 1920-an. Ada sejarah politik dalam tutup kepala ini. Di sekolah “dokter pribumi”, STOVIA, pemerintah kolonial punya aturan: siswa “inlander” (pribumi) tak boleh memakai baju Eropa.
Maka para siswa memakai blangkon dan sarung batik jika dari”Jawa”. Bagi yg datang dari Maluku atau Manado, misalnya, lain. Bagi siswa asal Manado atau Maluku, yang biasanya beragama Kristen, boleh memakai pakaian Eropa: pantalon, jas, dasi, mungkin topi. Dari sejarah ini, tampak usaha pemerintah kolonial untuk membagi-bagi penduduk dari segi asal-usul “etnis”dan “agama”. Maka banyak aktivis pergerakan nasional menolak memakai blangkon. Apalagi mereka umumnya bersemangat “kemajuan”, modernisasi. Jadi penolakan terhadap kostum tradisi mengandung penolakan terhadap politik kolonial “divide et impera” dan penolakan terhadap adat lama. Lalu apa gantinya?
Untuk pakai topi seperti Belanda-belanda itu akan terasa menjauhkan diri dari rakyat. Juni 1921, Bung Karno menemukan solusi. Ia memilih pakai peci. Waktu itu ada pertemuan Jong Java di Surabaya. Bung Karno datang,dan ia memakai peci. Tapi ia sebenarnya takut diketawakan. Tapi ia berkata pada dirinya sendiri, kalau mau jadi pemimpin, bukan pengikut, harus berani memulai sesuatu yang baru. Waktu itu, menjelang rapat mulai, hari sudah agak gelap. Bung Karno berhenti sebentar. Ia bersembunyi di balik tukang sate. Setelah ragu sebentar, ia berkata kepada diri sendiri: “Ayo maju. Pakailah pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuk SEKARANG!!!” Lalu ia masuk ke ruang rapat. “Setiap orang memandang heran padaku tanpa katakata”, kata Bung Karno mengenangkan saat itu.
Untuk mengatasi kekikukan, Bung Karno bicara. “Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia.” Peci, kata Bung Karno pula, “dipakai oleh pekerja-pekerja dari bangsa Melayu”. Dan itu “asli kepunyaan rakyat kita. Menurut Bung Karno, kata “peci” berasal dari kata “pet” (topi) dan “je”, kata Belanda untuk mengesankan sifat kecil. Baik dari sejarah pemakaian dan penyebutan namanya,peci mencerminkan Indonesia: satu bangunan “inter-kultur”.
Maka tak mengherankan bila dari mana pun asalnya, agama apapun yang dianutnya, kaum pergerakan memakai peci. Kesimpulan bawah sesungguhnya peci itu bukanlah sebuah simbol agama, tapi merupakan simbol budaya dari bangsa Indonesia khususnya dan bangsa Melayu pada umumnya. Dalam hal ibadah mengapa kebanyakan orang Islam mengenakan peci (yang laki-laki), itu dimaksudkan untuk menutup kepala dari tertutupnya rambut disaat sujud ketika sholat. Dan dibeberapa Negara memiliki penutup kepala sendiri yang dikenakan dalam sholat, seperti kain sorban oleh orang Arab, peci panjang orang Turki, bahkan di Indiapun juga berbeda. (Ed. Alfin El-Mlipaki)
Sejarah Songkok/Peci
Menurut Rozan Yunos dalam "The Origin of the Songkok or Kopiah" dalam The Brunei Times, 23 September 2007, songkok diperkenalkan para pedagang Arab, yang juga menyebarkan agama Islam. Pada saat yang sama, dikenal pula serban atau turban. Namun, serban dipakai oleh para cendekiawan Islam atau ulama, bukan orang biasa.
"Menurut para ahli, songkok menjadi pemandangan umum di Kepulauan Malaya sekitar abad ke-13, saat Islam mulai mengakar," tulis Rozan Yunos.
Lucunya, orang-orang Arab yang dipandang sebagai penyebar peci atau songkok di tanah Melayu malah meninggalkan tradisi itu. Sehingga pengamat sejarah berspekulasi soal keberadaan peci Indonesia.
Di beberapa negara Islam, sesuatu yang mirip songkok tetap populer. Di Turki, ada fez dan di Mesir disebut tarboosh. Fez berasal dari Yunani Kuno dan diadopsi oleh Turki Ottoman. Di Istanbul sendiri, topi fez ini juga dikenal dengan nama fezzi. Paling mendekati adalah fezzi, yang pelafalannya "pechi" mirip dengan peci di Indonesia.
Di Asia Selatan (India, Pakistan, dan Bangladesh) fez dikenal sebagai Roman Cap (Topi Romawi) atau Rumi Cap (Topi Rumi). Ini menjadi simbol identitas Islam dan menunjukkan dukungan Muslim India atas kekhalifahan yang dipimpin Kekaisaran Ottoman.
Namun bentuk peci agak berbeda. Pada bagian atas peci memilik lipatan jahitan lebih kaku dibanding penutup kepala dari negara-negara Arab. Karenanya, ada yang menyebut bahwa peci hasil modifikasi blangkon Jawa dengan surban Arab.
Konon, peci merupakan rintisan dari Sunan Kalijaga. Pada mulanya beliau membuat mahkota khusus untuk Sultan Fatah yang diberi nama kuluk yang memiliki bantuk lebih sederhana daripada mahkota ayahnya, Raja terakhir Majapahit Brawijaya V.
Kuluk ini mirip kopiah, hanya ukurannya lebih besar. Hal itu agar sesuai ajaran Islam yang egaliter. Raja dan rakyat sama kedudukannya di hadapan Allah SWT. Hanya ketakwaan yang membedakan.
Ada pula yang berpendapat Laksamana Cheng Ho atau Zheng He/Hanyu Pinyin/Ma He/Ma San Bao/Haji Mahmud Shams (1371-1433) yang membawa peci ke Indonesia.
Laksamana Chen Ho adalah seorang pelaut dan penjelajah China bersuku Hui beragama Islam terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Laksamana Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, Cheng Ho memberi lonceng raksasa "Cakra Donya" kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh. Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati, Cirebon, dan menghadiahi beberapa cindera mata khas China kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jing Hong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang Jing Hong akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana.
PECI berasal dari kata PE (artinya delapan) dan CHI (artinya energi), sehingga arti peci itu sendiri merupakan alat untuk penutup bagian tubuh yang bisa memancarkan energinya ke delapan penjuru angin.
Lalu SONGKOK yang berarti KOSONG DARI MANGKOK. Artinya, hidup ini seperti mangkok yang kosong. Harus diisi dengan ILMU dan BERKAH . Sementara kata KOPIAH berasal dari KOSONG KARENA DI PYAH. Maknanya: kosong karena dibuang (di pyah). Apa yang dibuang? Kebodohan dan rasa iri hati serta dengki yang merupakan penyakit bawaan syaitan.
Keabsahan kisah di atas masih perlu dipertanyakan tentunya. Yang jelas, peci merupakan pemandangan umum di tanah Melayu sejak abad 13. Saat Raja Ternate Zainal Abidin (1486-1500) belajar agama Islam di Madrasah Giri, ia membawa oleh-oleh peci saat pulang ke kampung halaman.
Jean Gelman Taylor, yang meneliti interaksi antara kostum Jawa dan kostum Belanda periode 1800-1940, menemukan bahwa sejak pertengahan abad ke-19, pengaruh itu tercermin dalam pengadopsian bagian-bagian tertentu pakaian Barat. Pria-pria Jawa yang dekat dengan orang Belanda mulai memakai pakaian gaya Barat. Menariknya, blangkon atau peci tak pernah lepas dari kepala mereka.
Ikon Nasional
Peci memang khas umat Islam, tapi patut diingat peci juga ikon Nasional. Siapa pun berhak memakai peci sebagai lambang identitas Indonesia. Inilah yang digagas oleh Soekarno, sang Founding Father negeri ini.
Dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, sang penulis Cindy Adams menuturkan kisahnya begini...
Pemuda itu masih berusia 20 tahun. Dia tegang. Perutnya mulas. Di belakang tukang sate, dia mengamati kawan-kawannya, yang menurutnya banyak lagak, tak mau pakai tutup kepala karena ingin seperti orang Barat.
Dia harus menampakkan diri dalam rapat Jong Java itu, di Surabaya, Juni 1921. Tapi dia masih ragu. Dia berdebat dengan dirinya sendiri. "Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?" "Aku seorang pemimpin." "Kalau begitu, buktikanlah," batinnya lagi. "Majulah. Pakai pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuklah ke ruang rapat… Sekarang!"
Setiap orang ternganga melihatnya tanpa bicara. Mereka, kaum intelegensia, membenci pemakaian blangkon, sarung, dan peci karena dianggap cara berpakaian kaum lebih rendah.
Dia pun memecah kesunyian dengan berbicara: "…Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka." Itulah awal mula Sukarno mempopulerkan pemakaian peci.
Nah, sekarang jangan sungkan kenakan peci dan bangga menjadi orang Indonesia. Ups, tapi jangan kenakan peci hanya untuk bertopeng atau menarik simpati ketika Pemilu dan Pilkada.






Sumber: Gudang Ilmu
Share:
+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

MUSIC

small rss seocips Music MP3
Kegabutan Admin !!!

Recent Post

seocips f G t
Hallo, Nama saya Saparwadi Ashari, Saya lahir di Dusun
Lemer dusun terpencil di Kecamatan Sekotong Lombok Barat, ADD sosial Network saya. Read More »
 

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER